17 TAHUN KELABU
Aku
terbangun dari tidurku karna sinar mentari yang menyilaukan mataku. Aku
langsung mengambil handuk yang melekat pada gantungan belakang pintu kamarku.
Aku langsung menuju kamar mandi, karna waktu sudah menunjukkan pukul 07.00. Aku
menuju ruang makan untuk sarapan, bunda sudah menyiapkan roti bakar favorite
ku. Ku liat ayah dan adik-adik ku sudah menunggu ku di ruang makan.
Aku
FIKA anak pertama dari 3 bersaudara, aku, Putra dan Tari. Aku sekolah di SMA N
1 di daerahku. Awalnya aku ingin masuk sekolah swasta di daerah ku, namun
keuangan ayah tak memungkinkan ku untuk masuk ke sekolah swasta, lagipun kami
masuk ke jenjang yang lebih tinggi bersamaan. Adik ku PUTRA masuk sekolah SMPS
ku dulu, TARI masuk sekolah SDN 1 dekat rumahku. Bisa dibilang SD itu sudah
menjadi nenek moyang bagi keluarga kami. Dari bunda sampai adik ke-3 ku TARI.
Heheheh
Hari
ini hari pertama ku di sekolah baru, aku pun diantar oleh ayah sampai di depan
gerbang sekolah. Dengan langkah yang pasti, aku memasuki lingkungan sekolah dan
mencari ruang kelas ku. Aku bertemu dengan sahabatku waktu di SMPS.
“hey
not !” sapaku dari arah belakang.
“elu
kelas berapa? Apa kita sekelas?” tanyaku lagi.
“enggak
ka..” dengan wajah yang lesu.
Aku
hanya tersenyum tipis, membuatnya sedikit bersemangat. Aku pun mulai mencari
kelasku, akhirnya aku menemui ruang kelasku. Tak begitu bagus sich, lantainya
ada yang bolong-bolong. Berbeda dengan ruang kelasku di SMPS dulu. Aku mencari
tempat duduk yang berdekatan dengan cowok, bukan aku ini cewek gak bener. Tapi
aku lebih suka berteman dengan teman cowok, bagiku hidupku enjoy aj tanpa GOSIP. Kalian pasti tau donk, cewe itu IDENTIK
dengan yang namanya GOSIP,
G.O.S.I.P. maka dari itu aku kurang suka bergaul dengan cewek. Ternyata aku
sekelas dengan temanku waktu di SMPS dulu, RAUDHAH namanya. Akhirnya ku
putuskan untuk duduk dengannya di bangku no 3.
Beberapa bulan lagi, kami akan mengikuti ujian
kenaikan kelas. Aku pun trus belajar agar dapat nilai yang bagus nantinya. Saat
di rumah, aku sering menghabiskan waktu untuk curhat dengan bunda. Bagiku bunda
bukan sekedar ibu, tapi temen curhat dan sahabat karibku.
“bun,
tahun depan kan umur Fika 17 tahun, di
rayain yach. Kan sweet seventeen
Bun.
.” aku merayu bunda
“iya,
Fika mau dirayain dimana?”Tanya bunda
“di
rumah aja bun, ajak temen deket ku aja.” Usulku pada bunda
“yaudah.
. “jawab bunda singkat
Begitulah
keseharianku dengan bunda. Bangga dech punya bunda yang mengerti masa muda itu
gimana. Banyak motivasi, banyak pengalaman yang dapet aku petik. Uah kayak
buah-buahan aja iy. Heheh. Ternyata bunda sedang mengandung adik ke-4 ku,
tambah seneng nich, HUAAAA. Tepat tanggal 12-02-2012 adik keempat ku lahir ke
dunia dengan selamat. Seneng rasanya punya adik cowok yang ganteng + manis
hohoho
Namanya
FAQIH, bagus iy J. Aku pun
sering membantu bunda untuk mengganti popok adikku. Sudah hamper 3 bulan aku
memiliki kegiatan baru, yaitu jadi pengganti popok dan mandiin adikku. Sedikit
capek sich, tapi aku dapet pengalaman. Ntar klo punya anak bias ganti sendiri, (mengkhayalnya tinggi banget sich).
Namun
sayangnya bunda masuk rumah sakit, karna HB nya rendah. Akhirnya bunda masuk
ruang ICU, sedih rasanya melihat bunda terbaring lemah tak berdaya di
ranjangnya. Karna aku dan adikku sekolah, Faqih pun di titipkan pada nenek
sebelah ayah ku. Timbul rasa bahagia saat dokter bilang bunda bisa dipindahkan
ke ruang biasa. Saat akan di pindahkan, kondisi bunda semakin parah,
“ya
Allah, sembuhkan bunda dari segala penyakit dan berikan dia kesembuhan”
Aku
berdo’a dalam hati, berharap do’a ku dapat di kabulkan.
Saat
tanggal 22-05-2012 air mataku membasahi pipi, begitu sakit mendengar berita
itu, aku tak percaya itu semua terjadi.
sepupuku.
“bunda
emang udah gada ka, iklaskan kepergian bunda”kata kk ku
Ragaku
seperti hilang, bunda yang menjadi ibu dan sahabatku pergi untuk slama-lamanya.
Hatiku menjerit keras, merintih kehilangan.
“ ya Allah mengapa ini semua terjadi padaku” Aku ingin wktu berulang, aku
ingin menghabiskan waktu ku bersama bunda, melihat senyuman bunda,
bermanja-manja pada bunda, itu yang kini aku inginkan. Tapi itu semua mustahil.
Waktu tak dapat berulang kembali, aku hanya dapat menyimpan kenangan ku bersama
bunda di hati ku.
Saat
jenazah bunda datang, air mataku mengalir sangat deras, aku tak percaya yang
dihadapanku sekarang bunda. Kulihat wajahnya, tersenyum indah, senyuman
terakhir untukku, bunda tak dapat berbicara, bergerak dan memasakkan roti bakar
favoriteku. Ku pandangi dalam-dalam wajah bunda, begitu dingin, namun tetap
anggun. Aku akan slalu merindukan moment-moment
bahagia bersama bunda. Umur 17 tahun ku
yang kelabu, tanpa bunda di sampingku T.T.
“selamat
tinggal bunda, semoga kita dapat bertemu di suatu saat nanti, di saat
Yang
abadi. Aku tetap menyayangi mu bunda,
love you so much” begitu kata-kata terakhirku.
Ku
antar bunda sampai ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Kini bunda sudah
tenang di alam sana.
Tak pernah terfikir olehku, tak sedikitpun ku bayangkan.
kau akan pergi, tinggalkan ku sendiri. . .
.
begitu sulit ku bayangkan, begitu sakit ku
rasakan.
kau
akan pergi tinggalkan ku sendiri.
di bawah batu nisan kini, kau tlah
sandarkan.
kasih sayang kamu, bagitu dalam, , ,
sungguhku tak sanggup ini terjadi, karna ku
sangat cinta.
inilah saat terkhirku melihat kamu jatuh
air mataku.
menangis pilu hanya mampu ucapakan selamat
jalan kasih…..