Senin, 03 Juni 2013

17 tahun kelabu


17 TAHUN KELABU

Aku terbangun dari tidurku karna sinar mentari yang menyilaukan mataku. Aku langsung mengambil handuk yang melekat pada gantungan belakang pintu kamarku. Aku langsung menuju kamar mandi, karna waktu sudah menunjukkan pukul 07.00. Aku menuju ruang makan untuk sarapan, bunda sudah menyiapkan roti bakar favorite ku. Ku liat ayah dan adik-adik ku sudah menunggu ku di ruang makan.
Aku FIKA anak pertama dari 3 bersaudara, aku, Putra dan Tari. Aku sekolah di SMA N 1 di daerahku. Awalnya aku ingin masuk sekolah swasta di daerah ku, namun keuangan ayah tak memungkinkan ku untuk masuk ke sekolah swasta, lagipun kami masuk ke jenjang yang lebih tinggi bersamaan. Adik ku PUTRA masuk sekolah SMPS ku dulu, TARI masuk sekolah SDN 1 dekat rumahku. Bisa dibilang SD itu sudah menjadi nenek moyang bagi keluarga kami. Dari bunda sampai adik ke-3 ku TARI. Heheheh
Hari ini hari pertama ku di sekolah baru, aku pun diantar oleh ayah sampai di depan gerbang sekolah. Dengan langkah yang pasti, aku memasuki lingkungan sekolah dan mencari ruang kelas ku. Aku bertemu dengan sahabatku waktu di SMPS.
“hey not !” sapaku dari arah belakang.
“elu kelas berapa? Apa kita sekelas?” tanyaku lagi.
“enggak ka..” dengan wajah yang lesu.
Aku hanya tersenyum tipis, membuatnya sedikit bersemangat. Aku pun mulai mencari kelasku, akhirnya aku menemui ruang kelasku. Tak begitu bagus sich, lantainya ada yang bolong-bolong. Berbeda dengan ruang kelasku di SMPS dulu. Aku mencari tempat duduk yang berdekatan dengan cowok, bukan aku ini cewek gak bener. Tapi aku lebih suka berteman dengan teman cowok, bagiku hidupku enjoy aj tanpa GOSIP. Kalian pasti tau donk, cewe itu IDENTIK  dengan yang namanya GOSIP, G.O.S.I.P. maka dari itu aku kurang suka bergaul dengan cewek. Ternyata aku sekelas dengan temanku waktu di SMPS dulu, RAUDHAH namanya. Akhirnya ku putuskan untuk duduk dengannya di bangku no 3.

Hari berganti hari dan bulan berganti bulan. Saat semester 2 aku berbeda kelas dengan Raudhah. Akupun duduk dengan Rina, dia juga termasuk teman baruku di SMA ini. Aku pun sudah memiliki pacar, kami jarang ketemu karna aku sibuk dengan belajar, tapi dia mnengerti dengan kegiatanku itu. Karna semester pertama aku dapet peringkat 2, ayah memasukkan ku ke beasiswa di tempat kerjanya dan ALHAMDULILLAH, aku masuk dalam 10 besar anak berprestasi, seneng gak tuch. Dari sekian banyak anak, aku masuk juga. HOREEEEE. Bangga sich ada, karna pemberian hadiahnya itu di lapangan kota kami, ASYEK pake acara wakil walikota yang beri lagi + jabat tangan langsung. Hoho seneng nya.
 Beberapa bulan lagi, kami akan mengikuti ujian kenaikan kelas. Aku pun trus belajar agar dapat nilai yang bagus nantinya. Saat di rumah, aku sering menghabiskan waktu untuk curhat dengan bunda. Bagiku bunda bukan sekedar ibu, tapi temen curhat dan sahabat karibku.
“bun, tahun  depan kan umur Fika 17 tahun, di rayain yach. Kan sweet seventeen
Bun. .” aku merayu bunda
“iya, Fika mau dirayain dimana?”Tanya bunda
“di rumah aja bun, ajak temen deket ku aja.” Usulku pada bunda
“yaudah. . “jawab bunda singkat
Begitulah keseharianku dengan bunda. Bangga dech punya bunda yang mengerti masa muda itu gimana. Banyak motivasi, banyak pengalaman yang dapet aku petik. Uah kayak buah-buahan aja iy. Heheh. Ternyata bunda sedang mengandung adik ke-4 ku, tambah seneng nich, HUAAAA. Tepat tanggal 12-02-2012 adik keempat ku lahir ke dunia dengan selamat. Seneng rasanya punya adik cowok yang ganteng + manis hohoho
Namanya FAQIH, bagus iy J. Aku pun sering membantu bunda untuk mengganti popok adikku. Sudah hamper 3 bulan aku memiliki kegiatan baru, yaitu jadi pengganti popok dan mandiin adikku. Sedikit capek sich, tapi aku dapet pengalaman. Ntar klo punya anak bias ganti sendiri, (mengkhayalnya tinggi banget sich).
  Namun sayangnya bunda masuk rumah sakit, karna HB nya rendah. Akhirnya bunda masuk ruang ICU, sedih rasanya melihat bunda terbaring lemah tak berdaya di ranjangnya. Karna aku dan adikku sekolah, Faqih pun di titipkan pada nenek sebelah ayah ku. Timbul rasa bahagia saat dokter bilang bunda bisa dipindahkan ke ruang biasa. Saat akan di pindahkan, kondisi bunda semakin parah,
“ya Allah, sembuhkan bunda dari segala penyakit dan berikan dia kesembuhan”
Aku berdo’a dalam hati, berharap do’a ku dapat di kabulkan.
Saat tanggal 22-05-2012 air mataku membasahi pipi, begitu sakit mendengar berita itu, aku tak percaya itu semua terjadi.



“ini semua bohongkan,,, bunda gak mungkin ninggalin Fika kan.” Kataku pada kk
 sepupuku.
“bunda emang udah gada ka, iklaskan kepergian bunda”kata kk ku
Ragaku seperti hilang, bunda yang menjadi ibu dan sahabatku pergi untuk slama-lamanya. Hatiku menjerit keras, merintih kehilangan. “ ya Allah mengapa ini semua terjadi padaku” Aku ingin wktu berulang, aku ingin menghabiskan waktu ku bersama bunda, melihat senyuman bunda, bermanja-manja pada bunda, itu yang kini aku inginkan. Tapi itu semua mustahil. Waktu tak dapat berulang kembali, aku hanya dapat menyimpan kenangan ku bersama bunda di hati ku.
Saat jenazah bunda datang, air mataku mengalir sangat deras, aku tak percaya yang dihadapanku sekarang bunda. Kulihat wajahnya, tersenyum indah, senyuman terakhir untukku, bunda tak dapat berbicara, bergerak dan memasakkan roti bakar favoriteku. Ku pandangi dalam-dalam wajah bunda, begitu dingin, namun tetap anggun. Aku akan slalu merindukan moment-moment bahagia bersama bunda. Umur  17 tahun ku yang kelabu, tanpa bunda di sampingku T.T.
“selamat tinggal bunda, semoga kita dapat bertemu di suatu saat nanti, di saat
Yang abadi. Aku tetap menyayangi mu bunda, love you so much” begitu kata-kata terakhirku.
Ku antar bunda sampai ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Kini bunda sudah tenang di alam sana.
Tak pernah terfikir olehku,  tak sedikitpun ku bayangkan.
kau akan pergi, tinggalkan ku sendiri. . . .
begitu sulit ku bayangkan, begitu sakit ku rasakan.
kau akan pergi tinggalkan ku sendiri.                        
di bawah batu nisan kini, kau tlah sandarkan.
kasih sayang kamu, bagitu dalam, , ,
sungguhku tak sanggup ini terjadi, karna ku sangat cinta.
inilah saat terkhirku melihat kamu jatuh air mataku.
menangis pilu hanya mampu ucapakan selamat jalan kasih…..


lagu ST 12 mengakhiri kisahku dengan bunda.